Bukittinggi – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali memperkuat kualitas pembelajaran melalui Workshop Penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) Berbasis Teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli–1 Agustus 2026 di Aula Lantai III Gedung Kaharuddin Yunus ini diikuti oleh seluruh dosen tetap dan dosen tidak tetap FEBI dengan menghadirkan Prof. Dr. H. Mohamad Anton Athoillah, M.M., Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai narasumber.
Workshop ini merupakan lanjutan dari rangkaian penguatan kapasitas akademik dosen yang diselenggarakan FEBI. Jika sebelumnya dosen dibekali keterampilan penulisan karya ilmiah, kali ini fokus diarahkan pada pengembangan kurikulum dan perencanaan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja.
Membuka kegiatan tersebut, Dekan FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. H. Aidil Alfin, M.Ag., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dosen dan penelitian, tetapi juga oleh mutu kurikulum yang mampu menjawab perubahan zaman.
“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Penyusunan CPL dan CPMK bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi akademik, tetapi menjadi fondasi dalam memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang relevan, terukur, dan sesuai dengan profil lulusan yang ingin kita bangun,” ujarnya.
Menurut Aidil Alfin, pemanfaatan teknologi AI dalam penyusunan perangkat pembelajaran merupakan peluang untuk meningkatkan efektivitas perencanaan pembelajaran, selama tetap berorientasi pada capaian kompetensi dan memenuhi prinsip-prinsip akademik.
“Artificial Intelligence harus dipandang sebagai instrumen yang membantu dosen dalam merancang pembelajaran yang lebih sistematis, inovatif, dan adaptif. Namun, substansi kurikulum tetap harus lahir dari analisis akademik, kebutuhan pengguna lulusan, serta visi keilmuan program studi,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. H. Mohamad Anton Athoillah, M.M. menjelaskan pentingnya penyelarasan antara profil lulusan, CPL, CPMK, strategi pembelajaran, dan metode asesmen sebagai satu kesatuan yang utuh dalam pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Ia juga mendemonstrasikan bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyusunan dokumen pembelajaran secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas akademiknya.
Menurutnya, AI mampu membantu dosen mengembangkan rumusan capaian pembelajaran, menyusun indikator ketercapaian, hingga mengorganisasi perangkat pembelajaran. Namun, validasi akademik tetap menjadi tanggung jawab dosen.
“Teknologi AI dapat mempercepat proses penyusunan dokumen pembelajaran, tetapi AI tidak dapat menggantikan pertimbangan akademik seorang dosen. Karena itu, setiap rumusan CPL dan CPMK harus tetap disusun berdasarkan kebutuhan kurikulum, karakteristik program studi, dan kompetensi lulusan yang ingin dicapai,” jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi diskusi, praktik penyusunan CPL dan CPMK, serta pendampingan pemanfaatan AI dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Workshop berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai penyelarasan kurikulum, metode pembelajaran, dan asesmen berbasis capaian pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi berharap seluruh dosen mampu menyusun CPL dan CPMK yang lebih terukur, relevan, dan selaras dengan standar pendidikan tinggi, sehingga semakin memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education sekaligus mendukung peningkatan mutu akademik dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
(Hardiansyah Padli)










