UIN Bukittinggi dan UKM Jalankan Program Magang Internasional Timbal Balik

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) - UIN Bukittinggi dan UKM Jalankan Program Magang Internasional Timbal Balik

BUKITTINGGI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) terus memperkuat kerja sama internasional melalui pelaksanaan program magang internasional timbal balik (reciprocal internship). Program ini menjadi salah satu implementasi nyata kemitraan kedua perguruan tinggi dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperluas pengalaman akademik dan profesional mahasiswa di tingkat global.

Kerja sama tersebut dilaksanakan secara resiprokal. Pada tahap pertama, enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Bukittinggi mengikuti program magang di Universiti Kebangsaan Malaysia pada 18 Juni hingga 13 Juli 2026. Selanjutnya, sebagai bagian dari komitmen kedua institusi untuk membangun kolaborasi yang seimbang, UIN Bukittinggi menerima enam mahasiswa Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK) UKM yang akan menjalani magang mulai 27 Juli hingga 21 September 2026 di Program Studi Pariwisata Syariah FEBI serta sejumlah mitra industri pariwisata di Sumatera Barat.

Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus yang tidak berhenti pada pertukaran mahasiswa, tetapi diarahkan untuk membangun kompetensi global melalui pengalaman belajar lintas negara.

“Magang internasional memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dalam lingkungan kerja yang berbeda, memahami keberagaman budaya, sekaligus membangun jejaring internasional. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal penting agar lulusan memiliki daya saing global dan mampu menjadi duta akademik maupun budaya Indonesia,” ujarnya.

Implementasi program ini difokuskan pada sektor pariwisata karena dinilai memiliki relevansi yang kuat dengan potensi Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Melalui Program Studi Pariwisata Syariah, mahasiswa UKM memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung pengelolaan destinasi wisata berbasis nilai-nilai Islam dan kearifan lokal Minangkabau.

Dekan FEBI UIN Bukittinggi, Dr. Aidil Alfin, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya mengikuti aktivitas akademik di kampus, tetapi juga terlibat langsung bersama mitra industri sehingga memperoleh pengalaman yang komprehensif mengenai pengelolaan pariwisata syariah.

“Kami ingin mahasiswa UKM melihat bagaimana konsep halal tourism diterapkan dalam praktik. Mereka akan berinteraksi dengan pelaku industri, mengamati tata kelola destinasi, serta memahami bagaimana budaya lokal dan nilai-nilai Islam dapat menjadi kekuatan dalam membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Aidil, skema magang timbal balik tersebut juga memberikan manfaat yang setara bagi kedua institusi. Mahasiswa FEBI memperoleh pengalaman akademik dan profesional di Malaysia, sedangkan mahasiswa UKM mendapatkan kesempatan mempelajari praktik pengembangan pariwisata syariah di Indonesia. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan memperkaya perspektif kedua belah pihak sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal senada disampaikan Dosen Pengarah Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof. Madya Dr. Azima Abdul Manaf. Menurutnya, program magang internasional menjadi media pembelajaran yang efektif karena menggabungkan pengalaman akademik dengan praktik lapangan dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda.

“Mahasiswa kami memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari praktik pengelolaan pariwisata di Indonesia, memperluas jaringan profesional, serta memahami dinamika sosial budaya masyarakat. Pengalaman ini akan memperkaya kompetensi mereka sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Malaysia dan Indonesia,” ungkapnya.

Program yang berlangsung hingga akhir September 2026 tersebut diharapkan menjadi model kemitraan internasional yang berkelanjutan antara UIN Bukittinggi dan UKM. Lebih dari sekadar pertukaran mahasiswa, kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif, memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara, serta menyiapkan lulusan yang adaptif, berwawasan global, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja internasional.

(Hardiansyah Padli)