Bukittinggi, 6 Mei 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan menggelar kegiatan OJK Goes to Campus di Gedung Soekarno M. Noor, Ruang Sinema Lt III, Selasa (6/5).
Kegiatan ini menghadirkan Manajer Madya OJK Sumatera Barat, Siska Febiyanti, dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen FEBI sebagai bagian dari penguatan literasi keuangan di tengah perkembangan industri keuangan digital yang semakin kompleks dan terhubung secara global.
Dekan FEBI, Assoc. Prof. H. Aidil Alfin, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan sistem keuangan saat ini berlangsung sangat cepat. Mahasiswa, menurutnya, tidak cukup hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga harus mampu membaca dinamika industri keuangan modern.
“Hari ini kita berhadapan dengan fintech, cryptocurrency, paylater, hingga investasi digital. Perubahan ini membawa kemudahan, tetapi juga risiko yang besar jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang baik,” ujarnya.
Ia menilai rendahnya pemahaman masyarakat terhadap sistem keuangan menjadi salah satu penyebab maraknya pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
Karena itu, mahasiswa FEBI diharapkan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya keamanan dan regulasi sektor jasa keuangan.
“Mahasiswa FEBI tidak boleh hanya menjadi pengguna jasa keuangan. Mereka harus memahami bagaimana sistem keuangan diawasi dan bagaimana masyarakat dilindungi,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting di era digital karena arus transaksi dan produk keuangan kini bergerak lintas platform dan lintas negara, sehingga membutuhkan pemahaman yang lebih adaptif dan kritis.
Sementara itu, narasumber dari OJK Sumatera Barat, Siska Febiyanti, menjelaskan peran dan fungsi OJK dalam mengawasi lembaga jasa keuangan, baik sektor perbankan maupun Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Selain fungsi pengawasan, OJK juga memiliki tanggung jawab dalam memberikan perlindungan kepada konsumen agar masyarakat terhindar dari praktik keuangan ilegal dan merugikan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali investasi legal, memahami risiko layanan keuangan digital, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan yang terus berkembang.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa dan dosen yang aktif berdiskusi terkait pengawasan lembaga keuangan dan tantangan literasi keuangan di era digital.
Melalui kegiatan ini, FEBI menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang responsif terhadap perkembangan industri keuangan modern, sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi transformasi ekonomi digital yang semakin dinamis.
(Humas FEBI/HP)









