Yudisium ke-XII FEBI UIN Bukittinggi Tegaskan Arah Global Lulusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) - Yudisium ke-XII FEBI UIN Bukittinggi Tegaskan Arah Global Lulusan Ekonomi Syariah

Bukittinggi, 9 April 2026 — Suasana khidmat terasa di Auditorium Student Center saat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menggelar Yudisium Angkatan ke-XII di lingkungan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Kamis (9/4).

Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan ratusan mahasiswa yang diproyeksikan tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan ekonomi syariah dalam skala global.

Yudisium dihadiri oleh Dekan FEBI Dr. H. Aidil Alfin, M.Ag, bersama jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan I Era Sonita, SE, M.Si, Wakil Dekan II Ali Rahman, SH, MH, Wakil Dekan III Zuwardi, MA, Kabag TU Sasmiarti, S.Ag, S.IP, MH, serta ketua dan sekretaris program studi, serta semua staf di lingkungan FEBI.

Sebanyak 436 lulusan mengikuti prosesi ini, yang terdiri dari 48 lulusan Ekonomi Islam, 147 Perbankan Syariah, 49 Akuntansi Syariah, 7 Pariwisata Syariah, 32 Manajemen Haji dan Umrah, 151 Manajemen Bisnis Syariah, serta 2 lulusan Magister Ekonomi Syariah.

Dalam sambutannya, Dekan FEBI menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal tanggung jawab intelektual yang lebih luas.

“Gelar yang saudara sandang hari ini bukan hanya simbol akademik, tetapi amanah. Dunia luar tidak hanya menilai kecerdasan, tetapi juga integritas dan komitmen terhadap nilai-nilai syariah,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa lulusan FEBI memiliki posisi strategis dalam membawa ekonomi Islam ke level yang lebih luas, termasuk dalam konteks global. Menurutnya, kompetensi teknis seperti analisis pasar dan investasi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman seperti siddiq (jujur) dan amanah (dapat dipercaya).

Lebih jauh, Dekan juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan menghadapi transformasi ekonomi dunia yang bergerak cepat. Isu ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), hingga dinamika pasar global disebut sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari.

“Jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pencipta peluang. Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi solusi alternatif dalam sistem ekonomi global yang lebih berkeadilan,” ujarnya.

Pesan ini sejalan dengan arah pengembangan FEBI yang saat ini mendorong internasionalisasi dalam berbagai aspek, mulai dari kurikulum, riset, hingga kesiapan lulusan agar mampu beradaptasi dalam ekosistem ekonomi global berbasis syariah.

Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada orang tua yang dinilai memiliki peran besar dalam keberhasilan para lulusan. Doa dan dukungan keluarga disebut sebagai fondasi utama dalam perjalanan akademik mahasiswa.

Menutup sambutannya, Dekan mengingatkan seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater di mana pun berada, sekaligus menjadi representasi nilai-nilai Islam dalam praktik ekonomi di tengah masyarakat.

Yudisium berlangsung lancar dan penuh khidmat, menandai lahirnya generasi baru lulusan FEBI yang tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga diarahkan untuk berkontribusi dalam penguatan ekonomi syariah di tingkat nasional dan internasional. (Humas FEBI/HP)