BUKITTINGGI – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resmi menerima kunjungan rombongan benchmarking dari FEBI UIN Fatmawati Soekarno (FAS) Bengkulu pada Selasa, 3 Februari 2026. Kehadiran rombongan ini disambut hangat langsung oleh Dekan FEBI UIN Bukittinggi, Assoc. Prof. Aidil Alfin, M.Ag, Ph.D., di gedung dekanat. Dalam sambutannya, Aidil Alfin menekankan pentingnya kolaborasi antar-perguruan tinggi Islam untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian dinamis. Beliau didampingi oleh jajaran pimpinan inti, di antaranya Wakil Dekan I Assoc. Prof. Dr. M. Imamuddin, M.Pd., M.E., Wakil Dekan II Ali Rahman, M.H., serta Kepala Bagian FEBI Dr. (C). Sasmiarti, M.H. Turut hadir pula seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) dan staf fungsional di lingkungan FEBI yang ikut serta memastikan rangkaian acara penyambutan berjalan dengan khidmat dan profesional sebagai bentuk penghormatan antar-institusi.
Kunjungan delegasi dari FEBI UIN FAS Bengkulu kali ini dipimpin secara resmi oleh Kepala Bagian FEBI UIN FAS yang mewakili Dekan karena berhalangan hadir. Rombongan yang cukup besar ini terdiri dari Kabag FEBI, enam orang dosen ahli, serta 40 mahasiswa dari Program Studi Manajemen Haji dan Umroh (MHU). Kehadiran mereka membawa misi strategis, terutama dalam upaya mendalami tata kelola program studi sebagai referensi pengembangan akademik di Bengkulu. Salah satu agenda utama yang menjadi fokus diskusi adalah keinginan kuat dari pihak FEBI UIN FAS untuk segera membuka Program Studi Bisnis Digital (BISDI). Mengingat FEBI UIN Bukittinggi telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan prodi berbasis teknologi dan ekonomi, diskusi mengalir intens terkait kurikulum, fasilitas pendukung, hingga proyeksi lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang diskusi administratif, tetapi juga menjadi momentum emas untuk memperkuat implementasi Memorandum of Understanding (MOU) yang telah disepakati sebelumnya oleh kedua belah pihak. Dekan dan para pimpinan fakultas memanfaatkan sesi benchmarking ini untuk membicarakan berbagai agenda kegiatan kolaboratif yang lebih konkret di masa depan. Beberapa poin penting yang dibahas mencakup rencana penelitian kolaboratif antar-dosen, pertukaran mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hingga penyelenggaraan seminar internasional bersama. Melalui dialog yang sangat akrab dan produktif ini, kedua institusi sepakat bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada dokumen formal saja, melainkan harus diwujudkan dalam program-program nyata yang mampu meningkatkan akreditasi serta kualitas lulusan masing-masing fakultas di tingkat nasional maupun internasional.
Aspek akademik menjadi semakin hidup ketika para dosen dari UIN FAS Bengkulu terjun langsung ke dalam ruang-ruang kelas di FEBI UIN Bukittinggi untuk memberikan kuliah tamu. Ibu Khairiah Elwardah, Ibu Dr. Kustin, M.M., Ibu Eka Sari Wahyuni, M.M., dan Bapak H. Makmur, Lc., M.A., Pada Program Studi Ekonomi Islam, Pariwisata Syariah, serta Manajemen Haji dan Umrah. Mereka membagikan wawasan mendalam mengenai perkembangan terkini dalam ilmu ekonomi dan manajemen syariah, memberikan perspektif baru bagi mahasiswa Bukittinggi. Kehadiran para praktisi akademisi dari Bengkulu ini memberikan warna berbeda dalam proses belajar mengajar, di mana terjadi pertukaran ide yang segar dan dinamis mengenai bagaimana mengelola potensi wisata religi dan ekonomi syariah di wilayah Sumatera secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Secara simultan, para pakar dari FEBI UIN Bukittinggi juga memberikan kontribusi edukatif bagi mahasiswa MHU UIN FAS yang ikut serta dalam rombongan. Empat orang dosen berpengalaman, yakni Doktor Awaluddin, M.A., Ibu Tartila Devi, M.Akt., Ibu Septria Susanti, M.E., dan Ibu Santi Deswita, M.E., memberikan sesi penyegaran materi sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Fokus pengajaran diberikan pada pembaruan regulasi manajemen haji, audit syariah, serta strategi manajemen operasional travel umrah yang modern. Para mahasiswa terlihat sangat antusias menerima materi yang disampaikan, mengingat para dosen tersebut memberikan contoh-contoh kasus nyata yang sering ditemui di lapangan. Sesi ini berhasil menciptakan suasana akademik yang inklusif, di mana mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis tetapi juga mendapatkan wawasan praktis dari para ahli yang kompeten di bidangnya.
Rangkaian kegiatan benchmarking yang berlangsung satu hari penuh ini ditutup dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan. Kedua institusi menyadari bahwa di era disrupsi ini, sinergi adalah kunci utama untuk mencapai keunggulan kompetitif. Dengan adanya pertukaran ilmu dan pengalaman ini, hubungan antara FEBI UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan FEBI UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu kini menjadi semakin erat dan solid. Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya dalam mencetak kader-kader ekonomi syariah yang profesional, amanah, dan memiliki daya saing tinggi. Ke depannya, kedua pihak berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi dan rutin mengevaluasi hasil kerja sama demi kemajuan bersama dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara optimal, (im).





